RSS

Arsip Harian: 4 Desember 2012

Gambar

Iwan Fals

Iwan Fals

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2012 in Uncategorized

 

Tag:

Iwan Fals

Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961) adalah seorangpenyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.

  
Lewat lagu-lagunya, ia “memotret” suasana sosial kehidupan Indonesia di akhir tahun 1970-an hingga sekarang, serta kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil RakyatTante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana,Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
 
 
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
 
 
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum “akar rumput”. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesiaatau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara.

 
 
 

Biografi

 
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.
 
 
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.

 
 
 
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
 
 
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acaraManasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
 
 
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.
 
 
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara. Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
 
 
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror. Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
 
 
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusahaSetiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

 
 
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.

 
 
 
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.
 
Keluarga
Iwan lahir dari pasangan Haryoso (ayah) (almarhum) dan Lies (ibu). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.

Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.

 

Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).

 

Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.

Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.

Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.

Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga lebih banyak membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.

Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Rayya Rambu Robbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.

Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.

Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rossana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarir.

Kebersahajaan Keluarga :

 

 

 

 

Pendidikan
* SMPN 5 Bandung
* SMAK BPK Bandung
* STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP)
* Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

BONGKAAAR!!!!!!!
“MENJERITLAH SELAGI BISA MENGISLAH JIKA ITU DIANGGAP PENYELESAIAN”

Discografi :

  1. Yang Muda Yang Bercanda I 
    Album ini diedarkan oleh LHI (Lembaga Humor Indonesia) di bawah bendera ABC Records. Ini adalah awal karir Iwan Fals setelah dia menjadi juara pertama lomba musik humor yang diadakan oleh LHI, kemudian LHI menerbitkan album ini yang isinya adalah rekaman live peserta lomba musik humor, lagu dan cerita dengan mc Otong Lenon. Dalam sampul kaset ini nama Iwan Fals masih ditulis dengan ejaan “Iwan False”.
  2. Yang Muda Yang Bercanda II 
    Ini merupakan sambungan dari jilid pertama, isinya masih sama yaitu rekaman live lomba musik humor yang diadakan oleh LHI. Artis pendukung yang tertulis dalam sampul album ini antara lain Klombhoor Group, Tom Slepe, Iwan False, Yusuf Lubis, dan mc Otong Lenon. Iwan Fals di sini menyanyikan lagu antara lain Frustasi dan Imitasi versi live sama persis dengan rekaman yang sekarang beredar dalam album Frustasi kopian baru.
    Judul lagu:
    • Frustasi
    • Imitasi 
  3. Canda Dalam Nada (1979) 
    Sesuai dengan janjinya, pemenang lomba musik humor akan dibuatkan album sendiri. LHI bersama ABC Records menerbitkan album solo ini dari rekaman live pada acara lomba. Pada album ini nama Iwan Fals diubah, kalau sebelumnya memakai nama Iwan False, diganti menjadi Iwan Fales. 
    Judul lagu: 
    • Disco Cangkeling
    • Dongeng Tidur
    • Generasi Frustasi
    • Imitasi
    • Jaman Edan
    • Johni Kesiangan
    • Kisah Motorku
    • Pengamen
    • Pie-Pie 
  4. Canda Dalam Ronda (1979) 
    Masih bersama ABC Records, Iwan diberikan sebuah album penghargaan karena dia telah memenangi lomba musik humor. Album ini hanya berisi 4 buah lagu yang diambil dari album Canda Dalam Nada yang semuanya dinyanyikan oleh Iwan Fals dan dibantu GM Selo (Gerak Musik Seloroh) juara lomba lawak mahasiswa yang anggotanya adalah Pepeng, Krisna Abu, Bang Nana, Mas Taufik. Nama Iwan Fals di sini ditulis dengan ejaan “Iwan Fales”. Dan cover album ini yang berupa karikatur digambar oleh Dwi Koen seorang kartunis yang terkenal dengan tokoh karikatur Panji Koming. Semua debut Iwan Fals bersama ABC Records tidak lepas dari peran Arwah Setiawan.
    Judul lagu:
    • Ambulan Zig-Zag
    • Dongeng Tidur
    • Joni Kesiangan
    • Kopral
  5. Perjalanan (1979) 
    Bersama grup bandnya yang bernama Amburadul, dapat dikatakan ini adalah album pertama Iwan Fals, seluruhnya berisi lagu baru dengan single hits lagu Perjalanan. Aroma Bob Dylan sangat kental di sini ditambah dengan suara Iwan yang nyempreng dan irama country ballads sangat sesuai dengan lirik yang sangat sosial. Pada album ini nama Helmie dan Totok Gunarto bernyanyi pada beberapa lagu seperti Alasan, Ibu, Gaya Travolta dan Inspirasi. Album ini adalah lanjutan dari kontrak dengan LHI untuk mengorbitkan pemenang lomba musik humor. 
    Judul lagu:
    • Aku Berjalan
    • Alasan
    • Bencana Alam
    • Gaya Travolta
    • Ibu
    • Inspirasi
    • Mak
    • Pemborong Jalan
    • Perjalanan
    • Wanita Tiruan
  6. Sarjana Muda (1981) 
    Album ini dapat dibilang adalah awal karir Iwan Fals di dunia musik profesional. Setelah kontrak dengan ABC Records selesai, Iwan Fals meneken kontrak dengan Musica Studios. Music director dikerjakan oleh Willy Soemantri, didukung oleh Amir Katamsi, Luluk Purwanto. Idris Sardi menjadi bintang tamu mengisi suara biola pada lagu Guru Oemar Bakrie. Masyarakat Indonesia yang pada saat itu kenyang disuguhi lagu dengan nuansa cinta mendapat suguhan segar dari lirik-lirik lagu Iwan Fals yang bernuansa kritik sosial. Iwan adalah sosok yang selalu berpindah-pindah. Bukan hanya dalam hal berkarya. Tapi juga dengan siapa bekerja sama. 
    Judul lagu:
    • 22 Januari
    • Ambulance Zig Zag
    • Bangunlah Putra Putri Pertiwi
    • Bung Hatta
    • Doa Pengobral Dosa
    • Guru Oemar Bakrie
    • Sarjana Muda
    • Si Tua Sais Pedati
    • Yang Terlupakan
  7. Opini (1982) 
    Dengan musisi pendukung yang hampir sama, album ini menjadi lebih nakal liriknya. Lagu Galang Rambu Anarki menyentuh emosi pendengarnya, rupanya Iwan Fals mengambil momen kenaikan harga BBM yang dianggap tinggi saat itu bersamaan dengan kelahiran anak pertamanya menyebabkan harga-harga menjadi melonjak. Ada lagi lagu Obat Awet Muda yang liriknya gamblang menceritakan perselingkuhan membuat panas telinga hidung belang, juga lagu Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu yang sebenarnya lagu cinta, namun oleh sebagian orang diartikan sebagai suatu penghinaan secara halus terhadap penguasa saat itu. 
    Judul lagu:
    • Ambisi
    • Antara Aku Kau Dan Bekas Pacarmu
    • Galang Rambu Anarki
    • Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
    • Obat Awet Muda
    • Opiniku
    • Sapuku Sapumu Sapu Sapu
    • Tak Biru Lagi Lautku
    • Tarmijah Dan Problemnya
  8. Sumbang (1983) 
    Ian Antono dan Abadi Soesman menjadi musisi pendukung dalam album ini, menjadikan warna baru dalam lagu-lagu Iwan Fals. Lagu Sumbang keras lirik protesnya. Ada lagu Celoteh Camar Tolol Dan Cemar yang menceritakan tenggelamnya kapal penumpang Tampomas II. Ada kesalahan cetak dalam album ini yaitu lagu “Jendela Kelas I, seharusnya judul hanya Jendela Kelas namun ketambahan angka I (satu), maksudnya angka I (satu) tersebut adalah editing pertama. 
    Judul lagu:
    • Asmara Tak Secengeng Yang Aku Kira
    • Berikan Pijar Matahari
    • Celoteh Camar Tolol Dan Cemar
    • Jendela Kelas I
    • Kereta Tiba Pukul Berapa
    • Puing
    • Semoga Kau Tak Tuli Tuhan
    • Siang Pelataran SD Sebuah Kampung
    • Sumbang 
  9. Sugali (1984) 
    Lagu Sugali menjadi hits, dikerjakan bersama Chilung Ramali, menceritakan tentang preman yang menjadi target sasaran petrus (penembak misterius) yang marak pada dekade 80-an. Tetapi yang menjadi persoalan pada album ini yaitu adanya lagu Serdadu yang isinya bercerita tentang prajurit yang kurang diperhatikan kesejahteraannya, yang gajinya dipotong oleh komandannya.
    Judul lagu:
    • Azan Subuh Masih Di Telinga
    • Berkacalah Jakarta
    • Maaf Cintaku
    • Nak
    • Rindu Tebal
    • Serdadu Siang Seberang Istana
    • Sugali
    • Tolong Dengar Tuhan
  10. Barang Antik (1984) 
    Bersama music director Willy Soemantri, Iwan membuka diri menerima karya orang lain untuk dinyanyikan. Hanya lagu Jangan Bicara yang diciptakan oleh Iwan Fals. Selebihnya diciptakan oleh Diat, Yoesyono, Chilung Ramali, Jaya Susanto, Dama, Richard Kyoto, Tommy dan Marie, Willy dan Tommy. Lagu Barang Antik bercerita tentang angkutan tua (oplet) yang tergusur dengan angkutan lain seperti bis, mikrolet dan bajaj namun tetap beroperasi dipinggiran kota. Lagu Jangan Bicara menjadi kontroversi karena liriknya yang sangat pedas. 
    Judul lagu:
    • Asmara dan Pancaroba
    • Barang Antik
    • Jalan Yang Panjang Berliku
    • Jangan Bicara
    • Kumenanti Seorang Kekasih
    • Neraka Yang Asyik
    • Nyanyianmu
    • Salah Siapa
    • Sunatan Masal
    • Tante Lisa
  11. Sore Tugu Pancoran (1985) 
    Masih bersama Willy Soemantri, album ini meledak di pasaran. Karena muncul bersamaan dengan film yang dibintangi Iwan Fals dengan judul Damai Kami Sepanjang Hari. Film ini bercerita tentang kehidupan pengamen yang menjadi sukses rekaman dan diisi dengan lagu-lagu Iwan. Album ini secara tidak langsung dapat dikatakan menjadi soundtrack film tersebut. Ada lagu Ujung Aspal Pondok Gede yang berkisah tentang penggusuran. Sore Tugu Pancoran bercerita tentang anak sekolah yang menjadi penjual koran.
    Judul lagu:
    • Aku Antarkan
    • Angan dan Ingin
    • Berapa
    • Cik
    • Damai Kami Sepanjang Hari
    • Intermezo
    • Sore Tugu Pancoran
    • Tince Sukarti Binti Machmud
    • Ujung Aspal Pondok Gede
    • Yang Tersendiri
  12. Kelompok Penyanyi Jalanan (1985) 
    Album ini dapat dibilang bagi-bagi rezeki antara Iwan Fals dengan kawan-kawannya sesama pengamen yang tergabung dalam Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ). Dengan menggunakan nama Iwan Fals yang sudah terkenal, KPJ membuat album ini didukung oleh Herry Lintauw, Anto Baret, Swartato, Eko Partiteur. Iwan sendiri hanya bernyanyi penuh pada lagu Kembang Pete, Kupaksa Untuk Melangkah, dan Dua Menit Sepuluh Detik. Sawung Jabo turut berpartisipasi dalam lagu Penari Jalanan. 
    Judul lagu:
    • Dua Menit Sepuluh Detik
    • Kaum Urbanis
    • Kembang Pete
    • Krisis Pemuda
    • Kupaksa Untuk Melangkah
    • Penari Jalanan
    • Senandung Istri Bromocorah
    • Serenade
    • Sumbang
    • Warijem dan Tukiman
  13. Ethiopia (1986) 
    Diilhami dari bencana kelaparan di Ethiopia, album ini cukup laris di pasaran karena peredarannya sangat pas dengan momen tersebut. Ada lagu Willy yang bercerita tentang sahabat Iwan yaitu WS.Rendra yang kabarnya mengasingkan diri karena dicekal oleh pemerintah sebab puisi-puisinya yang keras. Lagu Tikus-Tikus Kantor yang liriknya menarik dan lucu sangat sesuai dengan kenyataan. Dan lagu 14-4-84, konon lagu ini sempat dilarang dinyanyikan oleh aparat kepolisian saat Iwan konser di Sumatera. 
    Judul lagu:
    • 14-4-84
    • Berandal Malam Di Bangku Terminal
    • Bunga Bunga Kumbang Kumbang
    • Entah
    • Ethiopia
    • Kontrasmu Bisu
    • Lonteku
    • Sebelum Kau Bosan
    • Tikus Tikus Kantor
    • Willy
  14. Aku Sayang Kamu (1986) 
    Album ini meledak dipasaran karena lagu Aku Sayang Kamu yang cocok dengan remaja yang sedang kasmaran, dan saat itu lagu-lagu cinta banyak yang “cengeng”, Iwan menciptakan lagu cinta dengan musik gembira dan lirik gamblang. Musik directornya Bagoes A.A., lagu-lagunya begitu nge-pop. Selama beberapa bulan lagu ini menduduki puncak tangga lagu di radio-radio.
    Judul lagu:
    • Aku Sayang Kamu
    • Gali Gongli
    • Jangan Tutup Dirimu
    • Kota
    • Lho
    • Selamat Tinggal Malam
    • Timur Tengah I
    • Timur Tengah II
    • Ya Hui Ha He Ha
    • Yayaya Oh Ya
  15. Lancar (1987) 
    Album ini dikerjakan Iwan bersama sahabat lamanya yaitu Dama Gaok dan Maman Piul. Hits Lancar, Kereta Tua dan Nenekku Okem memiliki irama country khas Iwan. Pada lagu Yakinlah Iwan berduet dengan Elly Sunarya. 
    Judul lagu:
    • Cantik Munafik
    • Columbia
    • Kereta Tua
    • Kota
    • Kuli Jalan
    • Lancar
    • Nelayan
    • Nenekku Okem
    • Sentuhan
    • Yakinlah 
  16. Wakil Rakyat (1988) 
    Album yang musiknya digarap Bagoes A.A. ini meledak dipasaran menjelang pemilu dan menimbulkan kontroversi hebat. Lagu Wakil Rakyat yang mengisahkan wakil rakyat yang suka tidur waktu rapat ditanggapi sinis oleh penguasa. Lagu ini bahkan sempat dicekal tidak boleh ditayangkan di televisi. Namun Iwan dan Musica tidak kurang senjata, hits Mata Indah Bola Pingpong menjadi cadangan yang tidak kalah larisnya. Radio-radio meletakkan lagu ini pada puncak tangga lagu Indonesia selama beberapa bulan. Juga ada lagu “Potret Panen” yang berkisah tentang bencana hama wereng yang menghabiskan panenan padi petani. 
    Judul lagu:
    • Di Mana
    • Diet
    • Emak
    • Guru Zirah
    • Libur Kecil Kaum Kusam
    • Mata Indah Bola Pingpong
    • PHK
    • Potret Panen Mimpi Wereng
    • Surat Buat Wakil Rakyat
    • Teman Kawanku Punya Teman 
  17. Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu (1988) 
    Tidak ada lagu baru di album ini. Hanya lagu lama yang dinyanyikan ulang yaitu lagu Antara Kau, Aku Dan Bekas Pacarmu, Yang Tersendiri, Sebelum Kau Bosan dan Aku Antarkan. Selebihnya hanya lagu lama dan single Kemesraan karya Franky S versi keroyokan dengan artis-artis Musica diikutkan dalam album ini. Music directornya Bagoes A.A. Pada album ini suara Iwan lebih berat dan tidak nyempreng seperti sebelumnya. Lagu Antara Kau, Aku dan Bekas Pacarmu mencetak hits. 
    Judul lagu:
    • Aku Antarkan
    • Antara Kau Aku dan Bekas Pacarmu
    • Entah
    • Jalan Yang Panjang Berliku
    • Jangan Tutup Dirimu
    • Kemesraan
    • Maaf Cintaku
    • Nyanyianmu
    • Sebelum Kau Bosan Yang Tersendiri 
  18. 1910 (1988) 
    Iwan mempercayakan Ian menjadi music director, seketika warna musik Iwan berubah menjadi lebih nge-rock dan garang. Lagu 1910 yang menceritakan tentang kecelakaan kereta api di Bintaro pada tanggal 19 Oktober dibawakan Iwan dengan gaya bernyanyi yang tidak seperti biasanya. Iwan seperti mendapat atmosfir baru pada lagu-lagunya yang lebih terkesan dewasa. Album ini mendapat sambutan positif. Beberapa lagunya meledak dan album ini mencatat penjualan yang besar. Lagu Buku Ini Aku Pinjam menduduki posisi teratas tangga lagu tidak tergeser selama beberapa bulan di radio-radio, membuktikan bahwa Iwan memiliki nilai jual yang tinggi. 
    Judul lagu:
    • 1910
    • Ada Lagi Yang Mati
    • Balada Orang-Orang Pedalaman
    • Buku Ini Aku Pinjam
    • Engkau Tetap Sahabatku
    • Ibu
    • Mimpi Yang Terbeli
    • Nak
    • Pesawat Tempurku
    • Semoga Saja Kau Benar 
  19. Mata Dewa (1989) 
    Album ini adalah gebrakan terbesar sepanjang sejarah musik Iwan Fals. Setiawan Djodi selaku pemilik Airo Records tertarik dengan kolaborasi Iwan dan Ian Antono pada album 1910. Dia mengajak Iwan dan Ian bergabung di bawah bendera perusahaan rekamannya untuk membuat album Mata Dewa. Kebetulan kontrak Iwan dengan Musica sudah berahir. Album ini dikerjakan dengan sangat profesional didukung teknologi yang canggih. Hasilnya, luar biasa, meledak di pasaran. Vokal Iwan menjadi lebih nge-rock, musiknya kental dengan nuansa rock & ballads. 
    Judul lagu:
    • Air Mata Api
    • Bakar
    • Berkacalah Jakarta
    • Mata Dewa
    • Nona
    • Perempuan Malam
    • PHK
    • Pinggiran Kota Besar
    • Puing
    • Yang Terlupakan 
  20. Swami (1989) 
    Lagu “Bento” dan “Bongkar” menjadi hitsnya. Dua lagu Bento dan Bongkar memiliki sejarah sendiri dalam penciptaannya. Pada saat itu, Iwan masih tinggal di bilangan Condet. Saat menulis lagu Bongkar, iwan kedatangan seorang fans-nya dari Palu yang mengaku bernama Marlon Brando. Iwan sedikit ragu dengan pengakuan fans-nya itu. Tapi si Marlon Brando ini ngotot bahwa namanya memang itu. Karena si Marlon tak berhasil meyakinkan Iwan, maka dia meminta dikasih nama. Maka Iwan pun kasih nama baru untuk Marlon Brando: Namaku Dari Palu. Sedang lagu Bento memiliki multi dimensi untuk ditafsirkan. Padahal Bento sendiri diambil dari nama ayamnya. 
    Judul lagu:
    • Badut
    • Bento
    • Bongkar
    • Bunga Trotoar
    • Cinta
    • Condet
    • Eseks Eseks Udug-Udug (Nyanyian Ujung Gang)
    • Oh Ya
    • Perjalanan Waktu
    • Potret 
  21. Kantata Taqwa (1990) 
    Menyusul sukses album Swami, ambisi Setiawan Djodi dalam musik semakin meluap. Didukung musisi dari Swami ditambah dengan WS Rendra dan Kelompok Bengkel Theater juga Jocky S., Djodi membentuk band baru lagi yang bernama Kantata Takwa. Vokalis utama tetap Iwan Fals. Album perdana ini dikerjakan lebih gila lagi dari album lainnya, konsep musik yang fenomenal dan megah mengantarkan grup ini menjadi grup papan atas yang tidak ada bandingannya. Album ini benar-benar hebat dan menjadi album paling dicari saat itu. Mungkin kita masih ingat bagaimana ratusan orang sampai harus antri di toko-toko kaset hanya untuk membeli kaset ini. 
    Judul lagu:
    • Air Mata
    • Balada Pengangguran
    • Gelisah
    • Kantata Takwa
    • Kesaksian
    • Nocturno
    • Orang Orang Kalah
    • Paman Doblang
    • Rajawali
    • Sang Petualang 
  22. Cikal (1991) 
    Boleh dibilang album ini kolaborasi para jawara musik jazz dan rock tanah air. Embong Raharjo, Mates, Gilang Ramadhan adalah para musisi yang eksistensi di ranah jazz tak diragukan lagi. Sedang Totok Tewel dan Cok Rampal berada di jalur musik rock dan tradisi. Jadi kompletlah menu musik di album Cikal. Walau dengan balutan yang elegan dan manis, tapi lewat lirik-liriknya, Iwan tetap tegas. Dia menolak rencana proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di gunung Muria. Menurut Iwan masih ada sumber energi angin, panas bumi, matahari dan arus laut. Di bawah bendera Indo Music Box Iwan meluncurkan album Cikal. 
    Judul lagu:
    • ….
    • Ada
    • Alam Malam
    • Cendrawasih
    • Cikal
    • Intro
    • Proyek 13
    • Pulang Kerja
    • Untuk Bram
    • Untuk Yani 
  23. Swami II (1991) 
    Setiawan Djodi kembali mengajak Iwan Fals membuat album Swami jilid II. Namun album ini tak seheboh album yang pertama. Iwan Fals sendiri malah tidak menjadi vokalis utama pada hits yang dipromokan. Lagu yang dinyanyikan Iwan “Nyanyian Jiwa”, “Kebaya Merah”, “Robot Bernyawa”, “Sangkala”. Di lagu Nyanyian Jiwa mengaku dirinya tengah goyah dalam bahasa Iwan mengaku sedang gerhana. Iwan merasakan kegelisahan yang amat dahsyat, seperti tengah mencari dirinya. Satu hari datanglah Sawung jabo meyodorkan lirik lagu Nyanyian Jiwa. Secara kebetulan, Iwan memiliki melodi lagu yang belum ada syairnya. 
    Judul lagu:
    • Hio
    • Kebaya Merah
    • Koran
    • Kuda Lumping
    • Na Na Na Na
    • Nyanyian Jiwa
    • Robot Bernyawa
    • Rog Rog Asem
    • Sangkala 
  24. Belum Ada Judul (1992) 
    Album ini menjadi salah satu masterpiece dari Iwan Fals, karena proses rekamannya secara live tanpa diedit. Dan Iwan hanya bernyanyi pakai gitar dan harmonika yang dimainkan sendiri, tanpa musik pengiring tanpa backing vokal. Hits dalam album ini adalah Belum Ada Judul, lagu yang sederhana namun dalam maknanya. Kesederhanaan Iwan di sini tetap menjadi jaminan nilai jual. Di bawah bendera Harpa Records, album Iwan tampil dengan polos yang menunjukkan inilah sesungguhnya seorang Iwan Fals. 
    Judul lagu:
    • Aku Disini
    • Belum Ada Judul
    • Besar dan Kecil
    • Coretan Dinding
    • Di Mata Air Tidak Ada Air Mata
    • Ikrar
    • Iya Atau Tidak
    • Mencetak Sawah
    • Mereka Ada di Jalan
    • Panggilan Dari Gunung Potret
  25. Hijau (1992) 
    Di sini Iwan dan beberapa musisi seperti Heirrie Buchaery, Jerry Soedianto, Cok Rampal, Bagoes AA, Iwang Noorsaid, Arie Ayunir dan Jalu mencoba membuat konsep musik yang sangat alam, penuh perkusi, dipayungi bendera Pro Sound. 
    Judul lagu:
    • Hijau
    • Lagu Satu
    • Lagu Dua
    • Lagu Empat
    • Lagu Enam
    • Lagu Lima
    • Lagu Tiga
  26. Dalbo (1993) 
    Iwan dan musisi pendukung dalam grup Swami membentuk grup band Dalbo, musiknya sederhana namun berbobot. 
    Judul lagu:
    • Aku Bosan
    • Bidadari Senjakala
    • Dalbo
    • Dunia Binatang
    • Hua Ha Ha
    • Hura Hura Huru Hara
    • Ini Si Trendy
    • Karena Kau Bunda Kami
    • Kwek Kwek Kwek
    • Sudrun
  27. Orang Gila (1994) 
    Bersama Billy J. Budihardjo Iwan membuat album baru yang dari judulnya sudah menarik perhatian. Orang Gila menjadi hits yang lumayan laku bersama lagu Awang Awang dan Satu Satu. 
    Judul lagu:
    • Awang Awang
    • Doa
    • Dalam Sunyi
    • Lagu Cinta
    • Lingkaran Hening
    • Menunggu Ditimbang Malah Muntah
    • Orang Gila
    • Puisi Gelap
    • Satu Satu
  28. Anak Wayang (1994) 
    Iwan Fals bersama Sawung Jabo meluncurkan album Anak Wayang ini untuk mengisi kekosongan yang ada, Iwan yang mulai gelisah berkarya, dibantu oleh Jabo untuk bangkit. Hasilnya album ini yang sederhana dan berbobot. 
    Judul lagu:
    • Anak Wayang
    • Di Hatimu Aku Berlindung
    • Jogja
    • Lingkaran Aku Cinta Padamu
    • Nasib Nyamuk
    • Telaga dan Bencana
  29. Lagu Pemanjat (1996) 

     

    Single ini dipesan oleh komunitas penggemar panjat tebing, dipakai sebagai lagu wajib komunitas tersebut. Kecintaan Iwan Fals pada alam dianggap dapat mewakili. Album ini dikemas dalam konsep yang sederhana menggunakan sampul dari kertas daur ulang. Album ini sekarang sangat jarang di jual sehingga menjadi salah satu buruan para fans dan kolektor. Iwan hanya menyanyikan lagu ‘Lagu Pemanjat’ selebihnya dinyanyikan oleh Cok Rampal dan Harry Suliztiarto.
    Judul lagu:

    • Lagu Pemanjat (Iwan Fals)
    • Pada Batu Dalam Diam (Harry Suliztiarto)
    • Yang Mana Jalan Ke Situ (Cok Rampal)
    • Kudatangkan Tubuhmu (Harry Suliztiarto / Bambang Sirjohn)
    • Lagu Lama Gaungnya Rata (Cok Rampal)
    • 8,8 mm Dalam Kuasamu (Harry Suliztiarto)
    • Iya Memang Kamu (Cok Rampal)
    • Cair Lalu Mencari (Cok Rampal)
  30. Kantata Samsara (1998) 
    Melanjutkan sukses Kantata Takwa, Setiawan Djodi kembali mengajak Iwan Fals dan kawan-kawan meluncurkan album Kantata Samsara. Album ini sejenis dengan Kantata Takwa, sama fenomenalnya dan megah. 
    Judul lagu:
    • Anak Zaman
    • Asmaragama
    • Bunga Matahari
    • For Green and Peace
    • Lagu Buat Penyaksi
    • Langgam Lawu
    • Nyanyian Preman
    • Pangeran Brengsek
    • Panji-Panji Demokrasi
    • Samsara
    • Songsonglah
  31. Live Kantata Takwa Samsara
     

    Pada tanggal 6 Juli 1998 Kantata menggelar konser di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Sayangnya, konser ini tidak sampai usai karena ada kerusuhan penonton. Album ini merekam secara live konser tersebut 
    Judul lagu:

    • Anjing Malam
    • Asmaragama
    • Balada Pengangguran
    • Bento
    • Bongkar
    • Kecoa Pembangunan
    • Nocturno
    • Nyanyian Jiwa
    • Padamu Negeri
    • Paman Doblang
    • Pangeran Brengsek
    • Samsara
  32. Best of the Best (2000) 
    Pada album ini Iwan mengaransemen ulang dua buah lagu lamanya yaitu lagu Entah dan Kumenanti Seorang Kekasih. Selebihnya hanya kumpulan lagu-lagu lama. Album ini cukup sukses di pasaran, wajar dirindukan penggemarnya karena cukup lama Iwan tidak tampil setelah anak pertamanya Galang Rambu Anarki meninggal dunia. Dalam album ini Iwan seperti terlahir kembali, gaya vokalnya berubah, namun tetap berbobot. Iwan kembali dipayungi bendera Musica. 
    Judul lagu:
    • Aku Sayang Kamu
    • Antara Aku Kau dan Bekas Pacarmu
    • Belum Ada Judul
    • Celoteh Camar Tolol dan Cemar
    • Entah
    • Ethiopia
    • Galang Rambu Anarki
    • Guru Oemar Bakrie
    • Kemesraan
    • Kumenanti Seorang Kekasih
    • Lancar
    • Mata Indah Bola Pingpong
    • Mimpi Yang Terbeli
    • Orang Pinggiran
    • Pesawat Tempurku
    • Sarjana Muda
    • Sore Tugu Pancoran
    • Sugali
    • Surat Buat Wakil Rakyat
    • Tikus Tikus Kantor
  33. Suara Hati (2002) 
    Iwan Fals benar-benar lahir kembali, setelah di album sebelumnya orang bertanya-tanya karena Iwan hanya mengaransemen ulang lagu-lagu lama, pada album ini seluruhnya benar-benar baru. Mulai lagu, vokal, musik, benar-benar fresh. Album ini menjawab pertanyaan tentang kevakuman Iwan dalam bermusik. Lagu-lagu pada album ini berbobot, namun liriknya lebih dewasa tidak senakal dahulu. Iwan menjadi lebih profesional, karena telah memiliki manajemen pribadi yang digawangi oleh istrinya (Rosana). Iwan mulai rajin menggelar konser baik di TV maupun outdoor. 
    Judul lagu:
    • 15 Juli 1996
    • Belalang Tua
    • Dendam Damai
    • Di Ujung Abad
    • Doa
    • Hadapi Saja
    • Kupu Kupu Hitam Putih
    • Seperti Matahari
    • Suara Hati
    • Untuk Para Pengabdi
    • Untukmu Negeri
  34. In Collaboration With (2003) 
    Album ini mendapat triple platinum dan mendapat penghargaan sebagai album terbaik dan single terbaik. Album ini adalah kolaborasi Iwan dengan musisi muda berbakat seperti Pongky (Jikustik), Eross (Sheila On 7), Harry Roesli, Aziz (Jamrud), Piyu (Padi), Ahmad Dhani (Dewa), Tohpati, Kikan (Coklat), Heirrie Buchaery. Hits Aku Bukan Pilihan meledak di pasaran. 
    Judul lagu:
    • Aku Bukan Pilihan
    • Ancur
    • Belalang Tua (new version)
    • Hadapi Saja (new version)
    • Kupu Kupu Hitam Putih (new version)
    • Rinduku
    • Senandung Lirih
    • Sesuatu Yang Tertunda
    • Suara Hati (new version)
    • Sudah Berlalu
  35. Manusia Setengah Dewa (2004) 
    Album ini dikerjakan hanya dengan suara Iwan dan gitar akustik yang dimainkan sendiri. Seperti album Belum Ada Judul namun tanpa harmonika. Ada sedikit masalah pada peredaran album ini yaitu cover depannya diprotes sekelompok umat Hindhu karena menampilkan gambar salah satu dewa mereka. Iwan Fals bersama Musica menarik peredaran kaset dan mengganti cover depannya. 
    Judul lagu:
    • 16 Juli 1996
    • 17 Juli 1996
    • Asik Nggak Asik
    • Buktikan
    • Dan Orde Paling Baru
    • Desa
    • Manusia Setengah Dewa
    • Matahari, Bulan dan Bintang
    • Mungkin
    • Ngeriku
    • Para Tentara
    • Politik Uang
  36. Iwan Fals in Love (2005) 
    Album ini muncul akhir tahun 2005, hanya berisi dua buah lagu baru yaitu Izinkan Aku Menyayangimu karya Rieka Roeslan diaransemen oleh Erwin Gutawa dan Selamat Tidur Sayang karya Titiek Puspa yang diaransemen oleh Andi Rianto. Ada pula lagu Rinduku yang diaransemen ulang, selebihnya lagu lama. 
    Judul lagu:
    • Aku Bukan Pilihan
    • Buku Ini Aku Pinjam
    • Entah
    • Ijinkan Aku Menyayangimu
    • Jangan Tutup Dirimu
    • Kemesraan
    • Kumenanti Seorang kekasih
    • Maaf Cintaku
    • Nyanyianmu
    • Rinduku
    • Selamat Tidur Sayang
    • Sesuatu Yang Tertunda
    • Yang Tersendiri
  37. 50:50 (2007)  
    Album dari Iwan Fals sang maestro musik Indonesia yang diluncurkan pada awal bulan April 2007 ini dikemas dengan titel 50:50, dapat diartikan bahwa dari 12 lagu di sini 6 buah diciptakan oleh Iwan Fals dan 6 sisanya diciptakan oleh musisi lain seperti Bongky (BIP), Dewiq, Opick, Pongky (Jikustik), Digo, dan Yockie/Remy Soetansyah. Album ini memiliki perpaduan yang seimbang antara lagu bertema cinta dan yang bertema kritik sosial. Aransemennya dibantu oleh Bongky, Addie MS, Yockie Suryo Prayogo, Erwin Gutawa, Bagoes A.A dan Andi Bayou. 
    Judul lagu:
    • Apakah Aku Benar – Benar Memiliki Kamu
    • Cemburu
    • Ikan-Ikan
    • Ini Bukan Mimpi
    • KaSaCiMa
    • Mabuk Cinta
    • Masih Bisa Cinta
    • Negara
    • Pulanglah
    • Rubah
    • Tak Pernah Terbayangkan
    • Yang Tercinta
  38. Untukmu Terkasih (2009) 
     

    Setelah menunggu sekian tahun, akhirnya Iwan Fals merilis album barunya pada bulan Juli 2009, lebih tepatnya ini adalah mini album karenahanya berisi dua buah lagu yaitu Untukmu Terkasih dan Merdeka. Dan pada album ini, Iwan Fals sudah lepas dari label Musica. Dia sekarang digandeng oleh Falcon Music.
    Album ini baru tapi lama, sebab kedua lagu didalamnya sudah diperkenalkan kepada publik sejak lama lewat konser-konser maupun dijual melalui Ring Back Tone telepon selular. Lagu ‘Untukmu Terkasih’ adalah karya Fajar Budiman, sedangkan ‘Merdeka’ adalah karya Iwan Fals yang sudah sering dinyanyikan pada live konsernya sejak tahun 90-an.
    Daftar Lagu :

    • Untukmu Terkasih
    • Merdeka
  39. Keseimbangan (2010)
     

    Album Keseimbangan ini sebenarnya memuat sepuluh lagu ‘lama’ dan dua lagu baru. Lagu lama yang saya maksud adalah lagu-lagu uncommercial Iwan Fals yang rekaman livenya banyak dimiliki penggemar. Namun lagu-lagu itu semua dikemas dalam racikan baru, fresh, clingg.. Dua lagu baru yang tidak pernah saya dengar sebelumnya adalah lagu Ya Allah Kami dan lagu berjudul unik, ^O^ yang disini mbak Yos (istri Iwan) ikut menjadi backing vocal.

    Daftar Lagu :

    • Suhu (lirik Subur Raharja)
    • Ya Allah Kami
    • Hutanku (lirik MS Kaban)
    • Pohon Untuk Kehidupan (lirik Muh. Ma’mun)
    • Tanam Siram Tanam
    • Ayolah Mulai
    • Aku Menyayangimu (lirik KH Mustofa Bisri)
    • ^O^
    • Sepak Bola
    • Kuda Coklatku
    • Jendral Tua
    • Malahayati (Lirik Endang Murdopo)

Singel 
    * Serenade (bersama Ritta Rubby) (1984) 
    * Kemesraan (bersama artis Musica) (1988) 
    * Percayalah Kasih (bersama Jockie Surjoprajogo dan Vina Panduwinata) 
    * Terminal (bersama Franky S.) (1994) 
    * Mata Hati (bersama Ian Antono) (1995) 
    * Orang Pinggiran (bersama Franky S.) (1995) 
    * Katakan Kita Rasakan (bersama artis Musica) 
    * Di Bawah Tiang Bendera (bersama artis Musica) (1996) 
    * Haruskah Pergi (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006) 
    * Selancar (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006) 
    * Tanam Tanam Siram Siram (Kampanye Indonesia Menanam) (2006) 
    * Marilah Kemari (Tribute to Titiek Puspa) (2006) 
    * Aku Milikmu (Original Soundtrack Lovers / Kekasih) (2008)

Single Hits yang dibawakan penyanyi lain
 
    * Maaf (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986) 
    * Belailah (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986) 
    * Trauma (dibawakan oleh God Bless) (1988) 
    * Damai Yang Hilang (dibawakan oleh God Bless) (1988) 
    * Orang Dalam Kaca (dibawakan oleh God Bless) (1988) 
    * Pak Tua (dibawakan oleh grup band Elpamas) (1991) 
    * Oh (dibawakan oleh Fajar Budiman) (1994) 
    * Nyanyian laut ( dibawakan Nicky Astria ) 
    * Menangis (dibawakan oleh Franky S.) 
    * Bunga Kehidupan (dibawakan oleh artis Musica)

Album kompilasi 
    * Tragedi 
    * Banjo & Harmonika 
    * Celoteh-celoteh 
    * Celoteh-celoteh 2 
    * Country 
    * Tembang Cinta (1990) 
    * Akustik 
    * Akustik Ke-2 (1997) 
    * Salam Reformasi (1998) 
    * Salam Reformasi 2 (1999) 
    * Prihatin (2000)

Lagu yang tidak beredar

  • Demokrasi Nasi (1978)
  • Semar Mendem (1978)
  • Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)
  • Mbak Tini (1978)
  • Siti Sang Bidadari (1978)
  • Kisah Sapi Malam (1978)
  • Mince Makelar (1978)
  • Luka Lama (1984)
  • Anissa (1986)
  • Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)
  • Oh Indonesia (1992)
  • Imelda Mardun (1992)
  • Maumere (1993)
  • Joned (1993)
  • Mesin Mesin Pembunuh (1994)
  • Merdeka (1995)
  • Suara Dari Jalanan (1996)
  • Demokrasi Otoriter (1996)
  • Pemandangan (1996)
  • Jambore Wisata (1996)
  • Suhu (1997)
  • Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)
  • Cerita Lama Tiananmen (1998)
  • Serdadu dan Kutil (1998)
  • 15 Juta (1998)
  • Mencari Kata Kata (1998)
  • Malam Sunyi (1999)
  • Sketsa Setan Yang Bisu (2000)
  • Indonesiaku (2001)
  • Kemarau (2003)
  • Lagu Sedih (2003)
  • Kembali Ke Masa Lalu (2003)
  • Harapan Tak Boleh Mati (2004)
  • Saat Minggu Masih Pagi (2004)
  • Repot Nasi / Sami Mawon (2005)
  • Hari Raya Bumi (2007)
  • Perempuan Keumala / Laksamana Malahayati (2007)
  • Hari Raya Bumi (2007)
  • Berita Cuaca (2008)
  • Jendral Tua (2008)
  • Paman Zam
  • Kapal Bau Pesing
  • Makna Hidup Ini
  • Selamat Tinggal Ramadhan
  • Nyatakan Saja
  • Berputar Putar
  • Aku Menyayangimu
  • Air dan Batu
  • Lagu Pegangan
  • Semut Api dan Cacing Kecil
  • Kata-Kata
  • Sepak Bola
  • Pukul Dua Malam
  • Penjara
  • Belatung
  • Nyanyian Sopir
  • Bunga Kayu di Beranda
  • Aku Bergelora
  • Suara Dari Jalanan 

Waktu pulang
Malam malam
Sendiri
Sendiri

Orang gila di lampu penyeberangan
Jam dua malam
Lewat pada saat lampu sedang merah
Tepat ditengah tengah zebra cross

Irama langkahnya tidak berubah
Seperti lagu lama
Yang aku dengar menuju pulang
Sendirian

Orang gila di lampu penyeberangan
Rambutnya gimbal
Kumis dan jenggotnya jarang jarang
Membawa gembolan
Entah gombalan
Atau makanan

Melangkah terus lurus kedepan
Melangkah terus lurus kedepan

Orang gila di lampu penyeberangan
Apa kabar?
Siapa yang menyapa kamu diam
Tersenyum tidak menangis tidak
Kamu sapa siapa saja
Selamat malam
Selamat malam

Orang gila di lampu penyeberangan
Orang gila di lampu penyeberangan
Melangkah terus lurus kedepan
Melangkah terus lurus kedepan
Kamu sapa siapa saja
Selamat malam
Selamat malam

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2012 in Uncategorized

 

Tag:

Gambar

DIAGO MANDAITA

DIAGO MANDAITA

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2012 in Uncategorized

 

Tag: